Di dalam Al Quran terdapat 121 ayat yang
menyentuh tentang persoalan memerangi orang-orang kafir, perkataan-perkataan
dalam bahasa arab mungkin membawa berbagai makna, tetapi dengan keadaan atau kedatangan Islam beberapa perkataaan
Arab telah di hadkan dan maknanya kepada satu istilah shari’ahnya. Maksud Jihad
dalam Islam sebagai berikut : Allah berfirman di
dalam Al-Quran yang mulia yang mafhumnya: "Perangilah orang-orang yang
tidak beriman dengan Allah dan Hari Kemudian, yang tidak mengharamkan apa yang
telah diharamkan Allah dan rasulnya dan tidak pula beragama dengan agama yang
benar (yaitu) di antara ahli kitab kecuali mereka membayar jizyah dengan
kepatuhan yang rela dan merasa diri mereka ditawan." (At-Taubah:29)
Seperti yang tertulis di ayat tersebut bahwa umat muslim diwajibkan agar
memerangi kaum-kaum musrik yang berada di dunia ini salah satunya Jihad
tersebut. Namun ayat tersebut sepertinya di tafsirkan berbeda oleh beberapa
kaum yang ada di dunia. Contohnya, kaum-kaum Radikal,dan Fundamental. Kaum tersebut mengartikan bahwa,
orang yang bukan beragama muslim memaksakan kehendak mereka agar masuk dalam
agama islam atau menganut ideologi
islam. Padahal islam mengajarkan toleransi kepada umatnya. Sehingga pantasnya
umat muslim itu tidak sepantasnya bahwa memaksakan hak-hak orang lain atau
kehendak orang lain untuk masuk ke agama kita dengan paksaan dari kaum muslim.
"Perangilah orang-orang musyrik semuanya, sebagaimana mereka memerangi
kamu semua" (At-Taubah: 36)
Menurut penulis hadis tersebut
menekan kan bahwa jihad tersebut tidak harus dilakukan dengan kekerasan bahwa,
dakwah tersebut salah satu dari yang dilakukan oleh jalan menuju jihad juga. Tetapi
kebanyakan umat muslim atau manusiapun tidak mengetahui jalannya tersebut.
Tujuan Jihad :
Jihad adalah
alat yang digunakan oleh Daulah Islam untuk menyebarkan serta menyampaikan
syi'ar Islam. Lainnya digunakan sebagai tindakan fizikal menghapuskan segala
halangan kepada dakwah Islam dan dengan cara inilah Islam dibawa keseluruh
kawasan Daulah Islam baik pada zaman Rasulullah maupun zaman para sahabat dan
begitu juga di zaman yang seterusnya.
Perlulah
difahami bahawa jihad hanyalah untuk menghapuskan rintangan terhadap dakwah
kepada Islam: bukan untuk menakluk atau
memperhamba kan mana-mana kaum dan bukan untuk membina dan tidak sekali untuk memaksa seseorang itu
memeluk Islam. Allah SWT berfirman sebagai berikut :
‘tidak ada
paksaan dalam beragama..” (Al-Baqarah: 256)
Penulis menyimpulkan bahwa amat
sangat perlu dikaji ulang tentang arti jihad dan umat muslim sehingga mendapat kejelasan.
Karena, jihad yang dilakukan oleh kaum saat ini sangat bertentangan dengan apa
yang tertulis di Al Qu’ran. Sebagai agama yang mengajarkan kebaikan, sebagai
umat muslim kita perlu menjaga perdamaian dengan umat yang lain tanpa ada
peperangan antar umat dikalangan tersebut dan juga umat bertagama lainnya. Peperangan
bukanlah jalan untuk menyelesaikan sesuatu konflik karna menyangkutkan warga
sipil yang tidak tahu dalam artian
jihad. Jihad menurut Islam dan dalam Al-Qur’an memiliki dua definisi, yaitu
Jihad fi Allah yang berarti berjuang keras demi Allah, dan Jihad fi Sabilillah
yang memiliki makna berjuang keras di jalan Allah. Yang pertama adalah tentang
perjuangan keras untuk mendapatkan kedekatan dan keridhoan Allah SWT, sedangkan
yang kedua adalah tentang perang untuk mempertahankan diri dari musuh kebenaran
saat agama Islam coba dimusnahkan. Bila dilihat dan dicermati, kata penulis yang
pertama tentu jauh lebih signifikan dalam hal rohani daripada kata kedua.
Sifat buruk dari kaum kaum kita atau
masyarakat zaman sekarang memang perlu dilawan, seperti halnya nafsu dan
kecendrungan untuk berbuat jahat yang tidak sesuai dengan ajaran islam. Konsep jihad
dalam islam sa memiliki arti yang sangat signifikan jika masyarakat tahu dan
artinya tersebut sangat indah, maka sebagai umat islam sangat perlu mengetahui
tentang jihad yang lebih signifikan lagi dan harus meyakini hal tersebut bahwa
jihad tersebut tidak menyimpang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskritis juga agannya, salam kenal ya
BalasHapushehe terimakasih mba nya, mahasiswa harus kritis heheh
Hapussubhanallah
BalasHapus